Home / Artikel / Riset / Dr. Rahmad Kurniawan: Penerapan Social Distancing di Indonesia Belum se-Optimal yang Diharapkan

Dr. Rahmad Kurniawan: Penerapan Social Distancing di Indonesia Belum se-Optimal yang Diharapkan

Dr. Rahmad Kurniawan (Dr. RK), pakar Data Mining dan Machine Learning dari UIN SUSKA Riau, kembali mem-posting hasil penelitiannya di halaman Facebook tentang perkembangan Covid 19 di Indonesia. Pada postingan tersebut Dr. RK mengkhawatirkan bahwa 1 dari 5 orang Indonesia Beresiko tertular Covid19. Oleh karena itu, Dr. RK berpesan agar rekan-rekan lebih komit dan disiplin dalam menerapkan kebijakan pemerintah tentang Social Distancing agar wabah ini berakhir. Berikut salinan teks dari postingan Dr. RK.

“Penerapan Social Distancing di Indonesia Semakin Hari Tidak Optimal, 1 dari 5 orang Indonesia Berisiko Tertular COVID-19”

1. Pada tanggal 27 Maret 2020 yang lalu saya menyampaikan bahwa tingkat kematian COVID-19 di Indonesia adalah 8,7% dan tertinggi di Asia Tenggara. Tingkat kematian di Indonesia sangat mirip dengan Italia jika dilakukan pengelompokan dengan teknik Pembelajaran Mesin (Machine Learning). Sekarang ini Alhamdulillah tingkat kematian di Indonesia sudah sedikit menurun yaitu 8,5% dan tidak berada pada klaster yang sama dengan Italia 12,7%.

2. Berdasarkan pengamatan selama 7 hari (25 – 31 Maret 2020), maka disimulasikan bahwa Social Distancing di Indonesia dapat menghambat ±596 atau ±28% kasus COVID-19 yang baru. Tetapi berdasarkan pengamatan terakhir tanggal 09 April 2020 bahwa grafik kasus per hari semakin meningkat. Hal ini bisa juga diartikan bahwa penerapan Social Distancing tidak optimal. Ketika grafik kasus per hari negara lain seperti Italia, Malaysia dan Filipina mulai mereda, maka Indonesia semakin naik.

3. Apakah dampak dari penerapan tes COVID-19 di Indonesia yang tidak optimal? Menurut saya tidak sepenuhnya benar, karena berdasarkan data terbaru, Indonesia termasuk pada 65 besar dari 212 negara di dunia yang banyak melakukan tes. Indonesia satu klaster dengan negara maju lainnya di Eropa dari segi kuantitas tes COVID-19.

4. Berdasarkan data hasil tes terbaru dapat disimpulkan bahwa risiko tertular COVID-19 di Indonesia adalah 18% atau sekitar 1 dari 5 orang bisa tertular COVID-19. Dalam hal risiko ini, Indonesia berada pada klaster yang sama dengan Amerika, Iran dan Inggris, yang mana kedua negara ini merupakan 10 besar negara paling banyak kasus positif COVID-19.

Oleh karena itu, saya berpesan untuk diri saya sendiri dan mengharapkan agar rekan-rekan lebih komit dan disiplin dalam menerapkan kebijakan pemerintah tentang Social Distancing agar wabah ini berakhir. Berdasarkan penelitian yang telah saya lakukan sebelumnya, penerapan social distancing dapat menghambat laju penularan COVID-19.

Terutama di daerah Riau, khususnya Pekanbaru dan Kampar yang saya temui masih banyak yang di luar rumah, berkumpul bersama tanpa keperluan yang mendesak.

Sumber: https://www.facebook.com/347714152515860/posts/552788945341712/

Tentang Inggih Permana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *